Start Mulus Rúben Amorim, AC Milan Tekuk Torino 2-1 di Serie A

0

boss29.newsRuben Amorim mengawali masa jabatannya sebagai pelatih kepala AC Milan dengan kemenangan sengit 2-1 atas Torino pada Minggu malam. 

Gol-gol cepat pada babak kedua dari pemain remaja Alphadjo Cisse dan pemain pengganti Adrien Rabiot memastikan tiga poin di Stadio Olimpico Grande Torino, sekaligus membuat mereka tetap mengikuti persaingan dengan Inter, Napoli, dan Juventus pada pekan pembuka.

Rossoneri Meraih Kemenangan Sengit

Milan mengawali era Amorim dengan kemenangan penting 2-1 saat bertandang ke markas Torino pada pekan pembuka Serie A. 

Gol pembuka tercipta pada menit ke-65 melalui tembakan melengkung Cisse, sebelum pemain pengganti Rabiot menggandakan keunggulan hanya dua menit kemudian.

Meskipun Che Adams memperkecil ketertinggalan melalui tendangan salto spektakuler pada masa tambahan waktu, Rossoneri mampu bertahan untuk mengamankan tiga poin.

Amorim Memuji Kekompakan Tim

Berbicara kepada DAZN Italia setelah peluit akhir, pelatih asal Portugal tersebut memberikan pujian khusus kepada Cisse sekaligus mengapresiasi keteguhan para pemainnya ketika kelelahan mulai terasa pada akhir pertandingan. 

Merefleksikan penampilan sang pemain remaja dan penurunan kondisi fisik tim, Amorim mengatakan: “Bukan hanya golnya, tetapi kualitas yang ditunjukkan Cisse selama pertandingan. Pada babak pertama, dia bermain seperti pemain paling berpengalaman di tim kami, dengan cara dia membawa permainan ke depan.”

“Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama, kemudian tim yang berbeda pada akhirnya, kami mengalami kesulitan secara fisik. Untuk melakukan tekanan seperti yang kami inginkan selama 90 menit, kami membutuhkan lebih banyak pertandingan pada pramusim.”

“Kami sedang meningkatkan beberapa pemain, kami memiliki banyak pemain yang baru menjalani pramusim sekarang, tetapi kami akan melakukan lebih banyak pekerjaan selama pekan ini.”

Membahas intensitas dan kegigihan yang ditunjukkan selama fase akhir pertandingan, pelatih Milan tersebut menambahkan: “Semangat dari gol tersebut merupakan sesuatu bagi seorang pelatih yang telah merayakan begitu banyak gol Milan, dan sekarang saya adalah pelatih Milan, jadi saya juga ingin merasakan semangat tersebut dari staf saya.

“Saya pikir kami melihat cara bermain yang lebih mirip dengan apa yang biasa kami lakukan, tetapi kami membutuhkan waktu untuk membuat tim ini bermain dengan cara yang berbeda.”

“Namun, pada menit-menit akhir kami bekerja sebagai sebuah tim, berjuang dan bertahan, kami kelelahan, tetapi kami adalah sebuah tim. Itu merupakan perasaan yang sangat baik.”

Tiga Poin Penuh Meredakan Tekanan

Meraih tiga poin penuh terbukti penting untuk menjaga jarak dengan para pesaing awal dalam perebutan gelar, Inter, Napoli, dan Juventus, yang semuanya mencatatkan kemenangan pada putaran pembuka.

Menekankan filosofi utamanya dan pendekatan terhadap hasil akhir, Amorim menjelaskan: “Hal yang paling penting adalah menang. Kami berbicara tentang cara bermain, tetapi ada satu tujuan dalam sepak bola, yaitu menang.” 

“Itu tidak cukup, tidak boleh cukup bagi Milan, tetapi kami menunjukkan beberapa hal yang kami kerjakan dalam latihan dan pramusim, bahkan di bawah tekanan, dan itu merupakan perasaan yang baik.”

Penyesuaian Taktis Menjadi Prioritas

Amorim kini akan mengalihkan perhatiannya untuk membangun kebugaran pertandingan dan keselarasan taktis menjelang debutnya di San Siro melawan Venezia pada Jumat. 

Staf medis juga harus menilai kondisi pemain yang direkrut pada musim panas, Mario Gila, yang terpaksa meninggalkan pertandingan karena cedera pada babak kedua. 

Tujuan utama Milan tetap mempertahankan tekanan berintensitas tinggi selama 90 menit penuh guna membangun konsistensi di puncak klasemen Serie A.

Leave a Reply

Advertisement