Tchouameni Akhirnya Buka Suara Mengenai Perselisihannya dengan Valverde
boss29.news – Untuk pertama kalinya, gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, berbicara mengenai perselisihannya dengan Fede Valverde di pusat latihan Valdebebas.
Gelandang asal Uruguay tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah diduga terlibat perkelahian dengan Tchouameni yang membuatnya harus mendapatkan jahitan di bagian kepala. Keduanya kemudian didenda €500 ribu oleh klub akibat tindakan indisipliner tersebut.
Valverde untuk pertama kalinya membahas insiden tersebut pada pekan ini, ketika ia tiba di kamp tim nasional Uruguay menjelang Piala Dunia.
Pemain berusia 27 tahun itu tidak menjelaskan secara rinci mengenai kejadian tersebut, setelah sebelumnya membantah bahwa dirinya dipukul oleh Tchouameni.
Namun, ia menyebut insiden tersebut sebagai pengalaman yang dapat membantunya untuk “tumbuh dan menjadi lebih dewasa”.
Tchouameni Membantah Memukul Valverde
Tchouameni kini juga berbicara mengenai insiden tersebut untuk pertama kalinya, dengan menjelaskan bahwa dirinya tidak memukul Valverde.
“Tentu saja ada sesuatu yang terjadi, Anda bisa melihat dan mendengarnya di media. Hal itu dibesar-besarkan karena menjadi berita, dan ketika Anda bermain untuk Real Madrid, hal tersebut menciptakan reaksi yang sangat besar. Banyak hal yang tidak masuk akal dikatakan di media.”
“Saya membaca bahwa ada perkelahian dan bahwa saya memukulnya… Padahal itu tidak terjadi. Saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai detailnya,” ujar Tchouameni seperti dikutip Diario AS.
“Hal yang paling penting adalah klub mengetahui apa yang terjadi. Ada banyak hal yang terjadi di ruang ganti yang tidak pernah masuk ke media. Hidup terus berjalan. Fede dan saya memiliki tujuan yang sama: memenangkan gelar bersama Real Madrid. Tidak ada masalah.”
“Dan jika saya menghadapi dia di Piala Dunia, kami akan berusaha meraih kemenangan bersama tim nasional Prancis. Secara pribadi, tidak ada masalah dengan Valverde saat ini.”
Real Madrid Tidak Terlalu Khawatir Mengenai Perselisihan Tersebut
Meskipun memberikan denda yang cukup besar, Los Blancos tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan perkelahian tersebut. Mereka lebih mempermasalahkan fakta bahwa kejadian itu bocor ke media.
Pelatih Real Madrid saat itu, Alvaro Arbeloa, mengatakan bahwa hal yang benar-benar menyakitkan adalah adanya seseorang yang membagikan cerita tersebut kepada publik.
Sementara itu, Presiden Florentino Perez juga memiliki pandangan yang serupa. Ia menyatakan bahwa orang yang membocorkan informasi tersebut akan kehilangan pekerjaannya, serta menegaskan bahwa “para pemain bertengkar setiap tahun”.
Ia bahkan menyebut tindakan membocorkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang lebih buruk daripada perselisihan itu sendiri.