Kecam Infantino, Legenda Prancis Desak Reformasi Total di FIFA
boss29.news – Emmanuel Petit, juara Piala Dunia bersama Prancis, menyampaikan penilaian keras terhadap kondisi FIFA saat ini dan menyerukan perombakan total terhadap kepemimpinan badan pengatur tersebut.
Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu merupakan salah satu dari sejumlah tokoh terkenal yang membubuhkan nama mereka dalam surat terbuka yang mengecam tindakan presiden Gianni Infantino dan pejabat tinggi lainnya.
Gerakan yang Semakin Besar untuk Perubahan
Dunia sepak bola diguncang oleh publikasi surat terbuka yang ditandatangani oleh sejumlah mantan bintang internasional, termasuk Mikael Silvestre, Olivier Dacourt, dan Lucy Bronze.
Kelompok tersebut bersatu untuk menyampaikan kekhawatiran mendalam mereka mengenai tata kelola sepak bola, dengan menyoroti cara kekuasaan saat ini dijalankan di tingkat tertinggi olahraga tersebut.
Berbicara dalam program RMC, Rothen s’enflamme, pahlawan Piala Dunia 1998 itu menjelaskan awal keterlibatannya serta insiden tertentu yang memicu reaksi publik tersebut.
“Silvestre yang menghubungi saya beberapa hari lalu melalui pesan untuk menanyakan apakah saya setuju mencantumkan nama saya dalam daftar mantan pemain yang mengikuti apa yang sekali lagi terjadi selama Piala Dunia di Amerika Serikat, khususnya episode Infantino-Trump,” kata Petit.
Mantan gelandang tersebut meyakini bahwa kepemimpinan saat ini telah kehilangan arah dan menyatakan bahwa “perubahan diperlukan.”
Skeptisisme terhadap Masa Depan FIFA
Meskipun berpartisipasi dalam aksi protes tersebut, Petit tetap sangat skeptis mengenai apakah sebuah surat sederhana dapat membongkar struktur kekuasaan yang telah mengakar kuat di Zurich.
Ia mengakui bahwa meskipun pesan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran, hal itu mungkin tidak cukup untuk memaksa pihak yang berkuasa mengambil tindakan.
“Ini adalah upaya yang sia-sia. Ini hanya untuk membangunkan,” ujar pria Prancis tersebut dalam penampilannya di siaran tersebut.
Ia dengan cepat menjelaskan bahwa aksi protes tersebut bukanlah serangan menyeluruh terhadap semua orang yang bekerja di dalam federasi, melainkan kritik yang ditujukan kepada mereka yang berada di puncak dan menentukan kebijakan serta arah organisasi.
“Teks yang kami terbitkan bukanlah seruan untuk menentang orang-orang yang bekerja di FIFA. Ini menyangkut orang-orang tertentu. Ada orang-orang baik di FIFA.”
Lebih dari Sekadar Wajah Baru
Mantan pemain internasional Prancis tersebut menegaskan bahwa sepak bola membutuhkan lebih dari sekadar wajah baru di kantor presiden; olahraga ini membutuhkan perubahan mendasar terhadap prosedur operasionalnya.
Ia memperingatkan bahwa sekadar mengganti seorang pemimpin dengan pemimpin lainnya akan menjadi tindakan sia-sia jika budaya yang mendasarinya tidak berubah melalui reformasi.
“Kita harus mengusulkan hal-hal konkret. Pemilihan akan segera berlangsung. Jika Anda menyingkirkan Infantino atau menempatkan orang lain, cara kerjanya tidak akan pernah berubah. Dan cara FIFA berfungsi harus berubah dalam beberapa poin tertentu,” tegasnya, seraya menyerukan pendekatan yang lebih demokratis terhadap sepak bola dunia.
Mengembalikan Kepentingan Bersama
Legenda tersebut mengaku terkejut bahwa surat dari kelompok tersebut telah menimbulkan gejolak media yang begitu besar, tetapi ia berharap perhatian tersebut pada akhirnya akan menghasilkan perubahan nyata dalam cara sepak bola dikelola.
Dalam pernyataan penutupnya mengenai persoalan tersebut, Petit menyinggung perlunya kembali pada nilai-nilai demokrasi di lingkungan FIFA. “Saya tidak memegang kebenaran, tetapi arahnya menuju demokrasi.”
“Saat ini, kita sangat, sangat jauh dari hal tersebut. Menurut saya, saat ini kita berada dalam pengambilalihan, tepatnya, suatu kepentingan bersama untuk tujuan pribadi. Dan kita semakin bergerak ke arah tersebut, bukan hanya dalam sepak bola,” pungkasnya.